Detail Berita

BIMTEK PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN METODE TBS (Trap Barrier System) DAN PERBANYAKAN AGENSI HAYATI TRICODERMA DENGAN MEDIA PADAT

Pada hari Kamis tanggal 14 Juli 2022 bertempat di Warung Sagalow Desa Mangliawan Kecamatan Pakis dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Pengendalian Hama Tikus dan Perbanyakan Agensi Hayati.  Kegiatan bimtek tersebut diikuti oleh 25 orang petani yang berasal dari desa-desa yang memiliki potensi tanaman padi di Kecamatan Pakis. Bimtek ini dapat terselengggara berkat dukungan dari UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian (P3) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang.

Dipilihnya bimtek tentang Pengendalian Hama Tikus ini karena hama tikus sudah menjadi musuh utama bagi petani.  Kerusakan yang disebabkan oleh hama tikus ini bisa mencapai 80%.  Oleh karena itu, dalam kegiatan bimtek ini petani dikenalkan cara pengendalian hama tikus dengan menggunakan metode TBS (Trap Barrier System).  Cara pengendalian hama tikus dengan metode TBS ini disampaikan oleh Bapak Ardiansyah Penyuluh dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur.  TBS atau sistem bubu perangkap adalah teknik pengendalian hama tikus yang mampu menangkap banyak tikus sawah terus menerus selama 1 musim tanam.   Metode TBS ini membutuhkan plastik dengan lebar 60-70 cm yang dipasang mengelilingi lahan.  Di sekeliling lahan dibuat parit dengan lebar 50 cm yang digenangi air terus menerus.  Setiap jarak 5-10 m dipasangi bubu perangkap tikus. 

Sedangkan untuk perbanyakan agensi hayati yang diperkenalkan kepada petani adalah perbanyakan Tricoderma.  Perbanyakan ini menggunakan media padat yaitu beras jagung.  Beras jagung dicuci bersih lalu dikukus setengah matang.  Setelah dingin kemudian dimasukkan ke dalam plastik dan tambahkan isolat Tricoderma ke dalamnya.  Kocok agar merata lalu diamkan selama 7 hari di tempat yang teduh.  Setelah 7 hari seluruh permukaan beras jagung akan terselimuti jamur berwarna hijau.  Cara aplikasinya yaitu dengan mencampurkan beras jagung yang telah mengandung Tricoderma tadi dengan pupuk organik atau dapat mencampurnya dengan air lalu dikocor/disemprotkan ke tanaman. 

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan bimtek tersebut karena merasa mendapatkan ilmu baru.  Selain itu, peserta dapat melihat langsung penerapan metode pengendalian hama tikus dengan TBS di lokasi bimtek yang merupakan lokasi uji galur padi kerjasama antara BPTP dengan petani setempat.  Para peserta berharap agar kegiatan bimtek semacam ini dapat secara rutin diselenggarakan karena sebagai tempat belajar dan kerjasama baik antar petani maupun petugas (PPL) dan peneliti (BPTP). 

Berita Lain