Detail Berita

BIMTEK DIGITASI DATA SPASIAL BPP PUJON BERSAMA ALUMNI POLBANGTAN MALANG

Tata kelola pupuk bersubsidi saat ini dimulai dari penyusunan atau input data kebutuhan pupuk petani ke elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dari masing-masing petani yang tergabung pada kelompok tani (Poktan). Input data dimulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi, yang akhirnya ditetapkan alokasinya oleh Kementerian Pertanian. Ada yang berbeda pada pengajuan pupuk subsidi tahun 2023 yaitu dengan mengikutsertakan data digital spasial lokasi lahan garapan petani.

Dengan semakin kompleksnya persyaratan pengajuan pupuk tersebut tidak sebanding dengan jumlah sumber daya petugas yang ada di wilayah. Sehingga keberadaan pengabdian alumni Polbangtan Malang di kecamatan Pujon sangat membantu percepatan persyaratan tersebut.

Digitasi data spasial tidak hanya digunakan untuk pengajuan pupuk subsidi yang terintegrasi pada Simluhtan tetapi juga dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia, sehingga Kementrian Pertanian (Kementan) mempertajam salah satu program yaitu pemetaan lahan pertanian berbasis spasial/ polygon.

Jum’at, 14 Oktober bertempat di kantor BPP Pujon telah dilaksanakan bimtek Digitasi Data Spasial pada 20 orang alumni Polbangtan Malang. Antusiasme para alumni dalam mengikuti bimtek digitalisasi data spasial sangat tampak di kantor yang berukuran sangat minimalis ini dengan narasumber Ibu Nia Febrianti, penyuluh pertanian kecamatan Pujon.

“Terkait sistem aplikasi berbasis Spasial /Polygon ini lebih friendly, sederhana dan mudah dipahami oleh petugas lapangan. Hal ini akan bermanfaat karena data ini akan termonitor secara online dan nge-link dengan berbagai aplikasi yang menarik,” jelas Nia.

Lebih lanjut dijelaskan bersama penyuluh pertanian kecamatan Pujon lainnya bahwa langkah yang pertama setelah kelembagaan struktur organisasi disiapkan, tim bekerja melakukan digitasi bisa melalui laptop, HP dan PC mendigitasi dari data data yang ada. Data-data yang ada sudah terkumpul lengkap di dalam system baik nama Desa, Kecamatan , Kabupaten , kelompok Tani dan titik kordinat pun sudah ada dan setelah itu melakukan digitasi luasan polygon-polygon nya di setiap kelompok Tani.

Langkah kedua adalah setelah digitasi selanjutnya dilakukan ground check melihat apakah data digitasi dengan fakta lapangan itu seperti apa. Apakah ada perubahan bisa di edit polygon polygon nya sesuai dengan fakta lapangan sehingga kalau sudah disetujui secara terpadu dilapangan makan akan di beri warna hijau yang menandakan sudah di-ground check validasi yang akan di pakai untuk perencanaan dan program program berikutnya.

Walaupun ini proses yang pertama bagi petugas lapangan tapi ke depan di era perkembangan teknologi yang semakin maju ini kita membangun hal ini yang ter bagus sudah terintregasi dengan berbagai system dan sudah terhubung dengan kementerian kementerian terkait.

Berita Lain